MENGATASI PENYAKIT SINUSITIS

Penyakit SinusitisHidung adalah salah satu bagian penting dari anatomi tubuh manusia. Fungsi utama hidung adalah sebagai tempat masuk dan keluarnya udara yang dipergunakan dalam proses respirasi.

Sinus adalah rongga udara yang terdapat di area wajah yang terhubung dengan hidung. Fungsi dari rongga sinus adalah untuk menjaga kelembapan hidung dan menjaga pertukaran udara di daerah hidung.

Terdapat 4 jenis rongga sinus, yaitu :
Sinus Frontal, terletak diatas mata dibagian tengah dari masing-masing alis
Sinus Maxillary, terletak diantara tulang pipi, tepat disamping hidung
Sinus Ethmoid, terletak diantara mata, tepat di belakang tulang hidung
Sinus Sphenoid, terletak dibelakang sinus ethmoid & dibelakang mata

Sinusitis adalah suatu peradangan pada sinus yang terjadi karena alergi atau infeksi virus, bakteri maupun jamur. Berdasarkan lamanya gejala, Sinusitis dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

1.  Sinusitis akut : gejala dirasakan selama 2-8 minggu

2.  Sinusitis kronis : biasanya gejala dirasakan lebih dari 8 minggu

Penyebab Sinusitis :

     Virus

     Jamur

     Bakteri

     Infeksi kerongkongan

     Infeksi amandel

     Infeksi gigi bagian belakang

     Kelainan anatomi hidung

     Polip

     Polusi udara

     Udara dingin

     Asap rokok

     Berenang dan menyelam

Gejala Sinusitis :
1.  Pilek yang berlangsung lama. Biasanya penderita tidak menyadari dirinya terkena sinusitis, karena gejalanya sering didahului pilek yang berlangsung lama sehingga dianggap biasa.
2.  Mengeluarkan ingus kental berwarna kuning kehijauan yang berbau.
3.  Rasa sakit atau adanya tekanan di daerah dahi, pipi, hidung dan diantara mata.
4.  Sakit kepala
5.  Batuk, biasanya semakin memburuk pada malam hari.
6.  Menurunnya fungsi indera penciuman.
7.  Nafas berbau (halitosis)
Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Diagnosa Sinusitis :
Untuk penetapan diagnosa sinusitis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan berikut:

      Mencari tanda adanya polip di hidung

      Menyinari rongga sinus dengan cahaya (transiluminasi) untuk melihat adanya peradangan

      Mengetuk rongga sinus untuk melihat adanya infeksi

      Melihat kedalam rongga sinus melalui pemeriksaan fiberoptik (disebut juga dengan endoscopy atau rhinoscopy) dapat juga digunakan untuk mendiagnosa sinusitis. Hal ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis THT.

      Bila perlu CT scan dapat juga dilakukan untuk mendiagnosa adanya sinusitis.

      Apabila sinusitis diduga terkait karena tumor atau infeksi jamur, maka MRI terhadap rongga sinus dapat dilakukan.

Pengobatan Sinusitis :
1.  Minum air hangat
Salah satu cara terbaik untuk menghentikan sinusitis adalah dengan minum air hangat. Anda dapat minum teh hangat atau sup ayam hangat setiap hari. Minumlah dalam jumlah yang banyak. Cairan hangat ini dapat membantu melembabkan selaput lendir, mempercepat gerakan cilia dan dapat mempercepat lendir keluar dari sinus.
2.  Menghirup uap panas
Menghirup uap panas dapat mengurangi rasa nyeri tetapi Anda juga harus menyesuaikan uap panas tersebut, jangan sampai terapi yang dilakukan justru menyakiti Anda. Caranya yaitu dengan menuang air panas dalam baskom, kemudian hirup uap yang dihasilkan secara perlahan. Untuk memperoleh hasil yang optimal, lakukan secara rutin minimal 3 kali dalam sehari.
3.  Kompreskan air hangat ke wajah
Lakukan hal ini sekitar 3 kali sehari setiap 5 menit. Celupkan handuk kecil ke dalam air hangat, lalu usapkan di kedua pipi dan diantara mata, hal ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di sekitar sinus, dan juga dapat membantu mempercepat gerakan cilia.
4.  Cobalah Aromaterapi
Untuk membantu membuka jalan napas dan sinus, masukkan beberapa tetes eucalyptus oil atau bisa juga minyak kayu putih ke dalam wajan berisi air hangat, kemudian hirup uapnya dan keluarkan.
5.  Usahakan kamar tidur bebas debu
Debu dan tungau dapat menyebabkan lemahnya membrane lendir, terutama ketika Anda tidur. Bersihkan tempat tidur dari debu setiap hari, juga perabotan rumah tangga.
6.  Tidur cukup
Bagi penderita sinusitis, sangat membutuhkan istirahat yang cukup. Yakinkan pada saat tidur, mentalpun juga turut beristirahat. Matikan telepon, buat suasana senyaman mungkin agar Anda dapat tidur nyenyak.
7.  Minum antibiotik
Minum antibiotik jika sinusitis Anda disebabkan oleh infeksi bakteri. Lanjutkan terus pengobatan bahkan jika Anda mulai merasa lebih baik setelah beberapa hari. Jenis dan dosis antibiotik tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan penyakit Anda.
8.  Operasi Sinus
Tanyakan kepada dokter Anda tentang perawatan bedah untuk sinusitis kronis. Ketika cara mengobati sinusitis lainnya gagal, operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki drainase dan mengurangi penyumbatan hidung. Pembedahan dapat memperbesar pembukaan sinus, menghapus polip bermasalah dan cacat anatomi yang mungkin berkontribusi terhadap sinusitis.

Cara Mencegah Sinusitis
1.  Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, terutama sayur dan buah, minum minimal 8 gelas air putih setiap hari, berolahraga yang teratur, istirahat yang cukup,  serta hindari stress yang berkepanjangan.
2.  Jika Anda rentan terkena infeksi sinus, hindari berlama-lama berenang di dalam kolam yang mengandung banyak klorin karena klorin dapat mengiritasi saluran hidung dan sinus. Menyelam juga bisa menjadi masalah karena tekanan yang diperoleh saat menyelam dapat mendorong air ke dalam sinus sehingga sinus teriritasi lalu membuat jaringan hidung meradang.
3.  Perbanyaklah menghirup udara yang bersih di tempat yang segar dengan cara menghirup dan mengeluarkan udara tersebut secara perlahan-lahan.
4.  Menghindari penyebab alergi yang terdapat di lingkungan seperti debu, asap rokok dan polusi lain, serta obat-obatan dan jenis makanan tertentu yang dapat menimbulkan alergi.
5.  Rajin cuci tangan, tindakan sederhana ini terbukti efektif mengurangi risiko tertular penyakit saluran pernafasan.
6.  Atur pemakaian AC atau pendingin ruangan. AC menyebabkan pendinginan melalui proses penguapan sehingga bisa mengeringkan selaput lendir di hidung dan juga mulut. Padahal, hidung, sinus dan tenggorokan bergantung pada kelembaban yang berfungsi untuk melindungi kekebalan tubuh.
7.  Mandi dengan air hangat dalam waktu yang sedikit lebih lama akan sangat baik. Uap panas pada saat mandi air hangat bisa menurunkan tekanan sinus pada sistem pernafasan. Mandi dengan shower hangat dalam situasi kamar mandi ditutup rapat atau rajin sauna bisa melancarkan saluran pernafasan.
8.  Hentikan kebiasaan merokok jika penderita seorang perokok. Kebiasaan merokok menyebabkan akibat buruk yang berpengaruh tidak saja bagi kesehatan jantung dan paru-paru, tetapi juga berpengaruh besar terhadap sinus.

Bagi penderita sinusitis, tidak ada pantangan dalam mengonsumsi makanan namun akan lebih baik
jika menghindari minuman dingin (es). Yang terpenting dalam mengonsumsi makanan adalah
asupan gizinya cukup, seimbang dan bervariasi. Makanan yang bercita rasa pedas, baik
dikonsumsi penderita sinusitis sejauh tidak menimbulkan efek yang membahayakan seperti diare.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: